Cegah Kebakaran, Ibu-Ibu PKK Gresik Berlatih Padamkan Api

GRESIK - Dalam upaya meminimalisir terjadinya kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gresik memberikan pelatihan kepada Ibu-ibu PKK se Kabupaten Gresik. Pelatihan tersebut, diberikan agar masyarakat bisa memberikan penanganan dini saat terjadi kebakaran.

Selain dihadiri istri Bupati Gresik, Nurul Haromaini, pelatihan tersebut juga di ikuti oleh puluhan ibu-ibu PKK dari berbagai kecamatan. Sebelum melakukan simulasi pemadaman kebakaran secara langsung, mereka di berikan materi terlebih dahulu oleh Dinas Damkar Kabupaten Gresik.

Dalam pemberian materi, Kepala Dinas Kebakaran, Agustin Halomoan Sinaga memberikan penjelasan penyebab kebakaran yang sering terjadi. Biasanya, kebakaran paling banyak terjadi disebabkan oleh konsleting listrik, kebocoran gas, lupa matikan kompor, menyalakan lilin hingga membakar sampah.

"Jadi sebelum api membesar, peran masyarakat ini sangat penting. Terutama ibu-ibu rumah tangga, untuk itu kami ingin memberikan pemahaman penanganan dini saat terjadi kebakaran melalui ibu-ibu PKK," kata Kepala Dinas Kebakaran, Agustin Halomoan Sinaga, Kamis (4/8/2022), di Pendopo, Kabupaten Gresik.

Saat terjadi kebakaran, lanjut Sinaga, masyarakat perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab kebakaran. Jika api pertama kali keluar dari kompor, maka yang pertama kali dilakukan adalah mencari handuk atau karung kain dan dibasahi. Baru kemudian diletakan diatas sumber api.

"Sebab, beda penyebab kebakaran, beda penanganannya. Kalau listrik, hal pertama dilakukan harus mematikan pusat listrik terlebih dahulu," jelas Sinaga.

Setelah memberikan materi, puluhan ibu-ibu berpakaian batik hijau itu melakukan simulasi kebakaran yang langsung di awasi Dinas Damkar. Sebagai contoh, Dinas Damkar menyiapkan gas LPG 3 kg, karung kain, hingga satu unit mobil damkar. Selanjutnya, salah satu petugas damkar memberi contoh bagaimana cara memadamkan api dengan menggunakan karung kain yang dibasahi dengan air terlebih dahulu.

Dari pantauan detikJatim, salah satu wanita mencoba memadamkan api. Dengan raut wajah agak ketakutan, wanita bernama Miftahol itu memegang karung dengan panduan petugas pemadam kebakaran.

"Saya takut pak," kata Miftahol kepada petugas kebakaran.

Setelah diyakinkan oleh petugas tersebut, perlahan-lahan Miftahol berhasil menutup api yang keluar dari tong tersebut. Melihat usahanya berhasil, wanita itu pun bersorak gembira setelah berhasil melawan ras takutnya terhadap api.

"Yaaah, bisa juga akhirnya," teriak Miftahol.

Usai memberikan pelatihan, para petugas menghimbau kepada ibu-ibu PKK agar menghubungi petugas Damkar ketika api sulit di padamkan atau api sudah membesar. Sebab, pelatihan ini hanyalah simulasi penangnann dini saat terjadi kebakaran.

"Kalau memang api tak padam juga, silahkan hubungi Gresik 112," tutup Sinaga. (DEN)

Back to Top