Internet Diskominfo Kepri Kemana, Anak Sekolah Cari Internet Ke Hutan

KEPRI - Miris dan memprihatinkan. Itulah kondisi yang bisa digambarkan anak-anak pulau harus belajar di sekolah. Kebutuhan fasilitas internet yang seharusnya dapat dengan mudah disediakan Pemprov. Kepri, nyatanya mereka perlu pergi ke hutan mencari internet.

Para guru SD Negeri 016 Lingga (Pulon) dan SD Negeri 011 Lingga (Mentuda) harus membawa anak didiknya keluar desa dan masuk ke hutan untuk mencari sinyal internet dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada 24-27 Oktober 2022 lalu.

Menanggapi kejadian tersebut Ketua LSM Kodat86 Cak Ta'in Komari SS sungguh sangat menyayangkan dan mempertanyakan program internet Diskominfo Provinsi Kepri senilai Rp 2 miliar lebih yang kabarnya salah satunya untuk penyediaan sarana internet di daerah terpencil dan tertinggal.

"Kondisi yang terbalik dengan laporan realisasi anggaran Diskominfo Kepri terkait penyediaan internet ke daerah terpencil dan tertinggal yang menghabis dana lebih Rp 2 miliar. Terus kemana anggaran internet itu direalisasikan?" kata Cak Ta'in.

Menurut Cak Ta'in, Kabupaten Lingga anggaran daerah masih kecil, mestinya ada prioritas ke daerah tersebut dari Pemprov Kepri. "Apalagi daerah itu merupakan dapil Istri Gubernur Kepri, Dewi Kumalasari, yang mendudukkannya sebagai anggota DPRD Provinsi," jelasnya.

Cak Ta'in menambahkan, tidak mungkin anggota dewan provinsi yang juga istri gubernur Kepri tidak tahu kondisi tersebut. Selain ada program internet Diskominfo, sebagai anggota dewan juga ada anggaran pokir yang bisa dialokasikan untuk program internet daerah tersebut.

"Ini sih lebih kepada ketidakpedulian dan ketidakpekaan pemimpin kita maupun anggota dewan dapil tersebut, sehingga kejadian memiriskan, memilukan dan sungguh memprihatikan itu terjadi," tambah Cak Ta'in.  (*)

Back to Top