Como 1907 Klub Milik Orang Terkaya Indonesia Promosi Liga Italia Serie A, Dulu Dibeli 850 Ribu Euro

JAKARTA- Como 1907 resmi promosi ke Serie A Italia 2024-2025 dan klub tersebut ternyata dimiliki pengusaha asal Indonesia, Hartono. Adapun Como promosi setelah menahan imbang Cosenza 1-1 pada laga pamungkas Serie B, Sabtu (11/5/2024) dini hari.

Como menyudahi Serie B musim ini dengan manis meski sempat terjadi drama yang menegangkan. Como menjalani laga pamungkas Serie B 2023-2024 dengan keunggulan dua poin dari Venezia di peringkat ketiga.

Di babak pertama, Como kebobolan oleh gol Gennaro Tutino pada menit ke-30. Di saat yang sama, Venezia sempat unggul 1-0 atas Spezia berkat gol belk Timnas Indonesia, Jay Idzes.

Situasi ini membuat Como pun turun ke peringkat ketiga, dan terancam kehilangan jalan menuju Serie A secara otomatis. Namun, semuanya berbalik setelah babak kedua dimulai, Venezia kalah 2-1 dan Como menyamakan kedudukan 1-1 melalui penalti Simone Verdi.

Hasil ini membuat klub milik pengusaha Indonesia itu pun berhak ke Serie A Italia bersama Parma yang sudah lebih dulu mendapatkan tiket promosi. Venezia juga masih punya asa untuk promosi tetapi harus berjuang melalui jalur playoff demi memperebutkan satu tiket tersisa.

Como 1907 kembali ke pentas tertinggi sepakbola Italia setelah terakhir kali pada 2003. Mereka promosi ke Serie A hanya dalam tempo 5 tahun sejak dibeli keluarga Hartono pada 2019 ketika masih berkutat di Serie D.

Satu tiket promosi tersisa kini diperebutkan enam tim urutan 3-8 antara lain Venezia, Cremonese, Catanzaro, Palermo, Sampdoria, dan Brescia. Play-off dimulai pada 18 Mei 2024.

Ada pun keluarga Hartono yang dimaksud adalah Hartono Bersaudara, yakni Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, dua sosok dalam deretan orang terkaya di Indonesia.

Keduanya membeli saham Como 1907 pada tahun 2019, yang kala itu masih di serie D. Tepatnya 4 April 2019, duo Hartono melalui Grup Djarum mengambil alih Como dengan banderol sekitar 850 ribu Euro.

Mereka juga melunasi utang klub sekitar 150 ribu Euro dalam aksi korporasi itu. Kondisi keuangan klub yang tak sehat membuat harga jual klub tidak terlalu mahal, namun kini terlihat hasilnya. (RRI)

Back to Top