Kena OTT KPK, Begini Rekam Jejak Bupati Nganjuk Novi Rahman

BACASAJA.ID - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditangkap tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia di-OTT (operasi tangkap tangan) bersama sejumlah orang lainnya.

Bupati muda ini masih diperiksa penyidik KPK, Senin (10/5/2021), sebelum penetapan tersangka. Bupati Novi disebut terlibat kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk. "Diduga begitu (jual beli jabatan)," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, saat dikonfirmasi.

Meski begitu, Ghufron belum bisa membeberkan pihak mana saja dan siapa saja yang diamankan KPK, termasuk barang bukti. "Siapa saja dan berapa uang yang diamankan, kita sedang melakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Dikutip dari laman resmi Pemkab Nganjuk, Novi Rahman Hidayat lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 2 April 1980. Ia bertempat tinggil di Dusun Bedingin, Desa Sukorejo, Loceret, Nganjuk.

Novi saat ini tengah menjabat sebagai Bupati Nganjuk periode 2018-2023. Novi maju Pilkada 2018 bersama Marhaen Djumadi. Keduanya diusung tiga partai, yakni PDIP, PKB, dan Hanura.

Mengutip situs KPU Nganjuk, saat itu, Novi-Marhaen berhadapan dengan dua lawan lainnya. Yakni Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono (diusung Gerindra, Demokrat, PPP, dan PAN), serta Desy Natalia Widya-Ainul Yakin (diusung Golkar, NasDem, dan PKS).

Dilansir laman Kominfo Jatim, Novi-Marhaen berhasil memenangkan Pilkada 2018 Nganjuk dengan total 303.195 suara. Nomor urut dua, Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono mendapatkan 194.310 suara.

Sedang nomor urut tiga, Desy Natalia Widya-Ainul Yakin mendapatkan 56.515 suara.

Novi Rahman terpilih sebagai Bupati Nganjuk menggantikan Taufiqurrahman. Taufiqurrahman juga pernah ditangkap oleh KPK terkait kasus rasuah.

Dikutip dari situs resmi KPU, tak hanya menjabat Bupati Nganjuk, Novi juga menjadi Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2021-2026. Ini juga terdapat dalam catatan Wikipedia, Novi Rahman Hidayat menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2021-2026.

Dari segi pendidikan, Novi Rahman merupakan magister (S2) lulusan Universitas Islam Kadiri tahun 2006. Sebelumnya, dia lulus sebagai sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Blitar pada 2005.

Novi Rahman dikenal cukup aktif berorganisasi. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Real Estate Indonesia Kediri sejak 2010 hingga 2015. Dia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara di PBI Kediri.

Sebelum menjabat Bupati Nganjuk, karier Novi Rahman cukup moncer sebagai pengusaha. Novi tercatat pernah menjadi Kepala Wilayah KSP Tunas Artha Mandiri Jawa Timur (2003-2005); Direktur HRD KSP Tunas Artha Mandiri (2005-2007); Direktur Utama Tunas Artha Mandiri (2007-2016).

Kemudian, Ketua Bidang Strategi Pengembangan Bisnis KSPPS Tunas Artha Mandiri (2016-2018); Presiden Direktur PT Putra Tunas Artha Mandiri Group (2006-2017); Direktur Utama PT Putra Tunas Artha Mandiri Group (2008-2018); Komisaris Utama PT BPR Tunas Artha Jaya Abadi (2009-2018).

Novi juga pernah menjabat sebagai Komisaris Bidang Pengembangan Bisnis PT Tunas Terafulk Line (2010-2018); Ketua Umum KSU Kembang Wijaya Kusuma (2008-2018); Komisaris Utama PT Putra Mandiri Real Estate (2008-2018); Komisaris Utama PT Putra Mandiri Plastik (2008-2018); Komisaris Utama PT Putra Mandiri Sawit (2011-2018); serta Direktur Utama PT Putra Mandiri Jaya (2006-2018).

Back to Top