Pasca Isu Kudeta Moeldoko, Demokrat Mulai Ancam PDIP dan Gerindra

BACASAJA.ID – Elektabilitas Partai Demokrat mengalami kenaikan pasca isu kudeta kelompok Moeldoko. Bahkan, posisinya partai berlambang bintang mercy ini menempel PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra.

Hal tersebut berdasar pada hasil survei yang dilakukan oleh Perkumpulan Kader Bangsa bersama dengan Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC). Setidaknya ada lima besar partai politik yang paling tinggi elektabilitasnya versi ARSC. Yakni PDIP 19,60 persen, Gerindra 15,03 persen, Demokrat 14,80 persen, Golkar 10,40 persen dan PKS 9,10 persen.

Partai Demokrat pun menyambut baik hasil survei ARSC. Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menilai hasil survei tersebut konsisten dengan rilis berbagai lembaga survei sebelumnya yang secara menunjukkan tren kenaikan elektabilitas Partai Demokrat.

Bahkan, hasil survei beberapa lembaga survei memotret capaian Partai Demokrat telah memperoleh double digit dan konsisten masuk tiga besar. "Yang terbaru, rilis hasil survei ARSC menempatkan Partai Demokrat diurutan ketiga sebesar 14,8% setelah Gerindra 15,03%, dan PDIP sebesar 19,06%," ungkapnya dikutip dari Okezone.com, Minggu (23/5/2021).

Kamhar mengatakan, pihaknya berhasil mengungguli Partai Golkar sebesar 10,40% serta Partai PKS sebesar 9,10%. Dan jauh meninggalkan PKB 5,5% dan Nasdem 4,4%, serta PAN 4,4%.

Dia mengaku pihaknya berpandangan bahwa kenaikan elektabilitas ini sebagai hasil dari ujian kenaikan kelas Partai Demokrat yang diterpa prahara pada medio Januari sampai awal April lalu oleh Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) yang dipimpin KSP Moeldoko yang bisa diatasi secara cemerlang dengan hasil yang gemilang.

Selain itu, kenaikan ini juga buah manis dari konsistensi Partai Demokrat yang berada di luar pemerintah sebagai oposisi, yang secara tegas memilih berkoalisi dengan rakyat dan secara terus menerus memperjuangkan aspirasi rakyat.

Kamhar melanjutkan, keberhasilan Partai Demokrat melewati terpaan badai ini menunjukkan kualitas kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai nahkoda yang handal. (int/bsi)

Back to Top