Dua Kecamatan Suspect PMK , Wakil Walikota Armuji Himbau Masyarakat Jangan Panik

SURABAYA - Sejumlah hewan ternak di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Lakarsantri dan Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya menjadi suspect atau diduga terkena penyakit mulut dan kuku (PMK). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya akan menerjunkan Satgas PMK ke wilayah suspect itu.

Apabila sudah ada wilayah yang dinyatakan suspect PMK maka yang harus dilakukan adalah penguatan monitoring lalu lintas ternak, sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian RI No 403/ KPTS/ PK.300/ M/05/2022. Artinya, akan dilakukan penutupan lalu lintas hewan ternak di tingkat wilayah kelurahan dan kecamatan.

Wakil Walikota Surabaya Armuji memastikan bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah menerjukan Tim dari Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian untuk melakukan Investigasi dan identifikasi terhadap hewan ternak yang ada di Kecamatan sambikerep dan Lakarsantri.

"Kami meminta agar hewan ternak diberikan vitamin , lalu yang teridentifikasi sakit akan segera diambil langkah penanganan", kata Armuji.

Dirinya juga menghimbau bagi warga surabaya yang memiliki hewan ternak agar melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala serta menjaga kebersihan kandang untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan Ternak.

"Menjelang idul adha kami juga akan pastikan hewan ternak yang masuk surabaya harus dalam kondisi sehat , lalu mengantongi surat dari veteriner dari daerah asal", tegas Cak Ji.

Selain itu , untuk mengantisipasi penularan virus PMK pada hewan ternak, bukan hanya melalui sosialisasi di tingkat kelurahan dan kecamatan, tetapi juga melalui masjid, jagal dan peternak hewan.

Sosialisasi itu, kata Armuji, nantinya dilakukan setiap hari oleh DKPP Surabaya dengan menerjunkan delapan regu ke peternak dan memastikan kepada masyarakat bahwa virus PMK aman bagi manusia. (*)

Back to Top