Hadiri Bung Karno Run 2022, Rahmat Santoso : Jadikan Event Lari Ikon Daerah Ini Menjadi Berkelas Nasional Bahkan Internasional

BLITAR - Potensi yang dimiliki Kabupaten dan Kota Blitar, bila dikemas dengan baik bakal menjadi event lari berkelas nasional bahkan internasional.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso saat menghadiri event Bung Karno Run 2022.

“Keindahan alam, wisata dan budayanya tidak kalah dengan daerah lain,” tutur Wabup Rahmat usai memberangkatkan pelari di Istana Gebang, Kota Blitar, Minggu (26/6/2022).

Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini menjelaskan event lari tersebut bisa seperti Borobudur Maraton, Bali Maraton, Bromo Maraton. Ajang lari ini sukses digelar, karena didukung keindahan alam dan budaya daerahnya.

“Dengan kolaborasi dan kerjasama dengan Pemkot Blitar, serta seluruh stakeholder agar bisa membuat event lari yang menjadi ikon daerah,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Blitar mendukung event lomba lari untuk menjadi ikon daerah. 

Dalam event Bung Karno Run 2022 ini Wabup Rahmat hadir sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) yang mendukung dengan memberikan hadiah untuk pemenang dan pelaksanaannya.

“IPHI selain tugas profesi, juga neniliki tugas sosial membantu kegiatan masyarakat baik kemanusian, budaya maupun oleh raga,” paparnya.

Menurut pria yang juga Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini, event lari semacam ini bisa mendukung pemulihan ekonomi daerah pasca pandemi Covid-19.

Kedatangan ratusan pelari dari berbagai daerah lain ke Blitar, bisa mendorong untuk berwisata dan berbelanja produk UMKM. Efek positif inilah yang mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah.

“Mulai dari penginapan atau hotel, kemudian kuliner lalu oleh-oleh hingga destinasi wisata baik di Kota muapun Kabupaten Blitar akan kembali menggeliat dan berkembang,” tegas Ketua DPW Pekat IB Jawa Timur ini.

Sementara itu menurut Race Director yang juga Ketua Panitia Bung Karno Run 2022, Suheri kalau total pelari yang mengikuti 3 kategori lomba yaitu 10K Umum, 5K Umum dan 5K Pelajar membludak.

“Dari target awal 400 pelari, ditambah hingga mencapai 500 lebih,” ujar Suheri.

Dalam event yang pertama kali digelar oleh Komunitas Run Blitar ini, sudah menggunakan teknologi timming chip yaitu Radio Frequency Identification (RFID).

“Jadi untuk mencatat waktu pemenang, tidak manual lagi tapi menggunakan sistem dari gelombanh UHF yang ada di setiap nomor dada (BIB) pelari,” bebernya.

Dimana dalam Bung Karno Run 2022, akan ditentukan 18 pemenang untuk juara 1-3 putra – putri dari 3 kategori diatas untuk memperoleh hadiah.

Terpisah, Walikota Blitar Santoso menyampaikan apresiasi semua pihak yang mendukung event Bung Karno Run 2022 ini, termasuk semangat para pelari dari berbagai daerah yang sudah hadir di Kota Blitar.

“Karena dengan dukuangan semuanya, sponsor dan masyarakat. Berbagai event dalam memperingati Bulan Bung Karno 2022 pasca pandemi Covid-19, bisa terlaksana dengan sukses,” kata Walikota Santoso.

Oleh karena itu kedepan, semua kegiatan dalam rangkaian Bulan Bung Karno akan digelar rutin dan lebih baik lagi.

“InsyaAllah tahun depan akan kita gelar lagi, yang lebih baik dan lebih besar,” pungkasnya. (LEN)

 

Back to Top